Senin, 08 Desember 2014

Amazing Indochina, Siem Reap & Bangkok Day 2

Day 2  ( Don Mueang Airport - Hualamphong Train Station Bangkok)

Akhirnya dapat juga tempat yang "pewe' di Airport untuk tidur, terletak di Area ruang tunggu keberangkatan lantai 3, sebelum tidur saya dan Didit sholat maghrib dan isya yang dijamak, FYI  di Don Mueang Airport terdapat Musolla yang sangat nyaman dan lumayan luas untuk sholat di area tersebut, sayangnya dilarang untuk tidur di Musolla tersebut hehehe, dekat musolla juga terdapat water tap, dimana kita bisa mengisi ulang air aqua kita, untuk menghemat budget saya dan temen temen mengisi ulang air Aqua kami, Akhirnya saya mencoba untuk tidur, tetapi entah kenapa mata ini tak mau tertidur, padahal bangku dan tempat sudah mendukung, mungkin karena ini untuk pertama kalinya saya tidur di Airport jadi belum terbiasa, akhirnya saya memutuskan untuk melihat beberapa toko di airport yang masih buka, dan tak lama kemudian kembali ke tempat saya, mhh, tidur tiduran sambil berharap ketiduran akhirnya saya ketiduran juga meskipun cuma 2 Jam karena jam 3 pagi kami sudah bangun untuk menuju ke statiun kereta Bangkok, saat bangun tidur saya merasa tenggorokan saya mulai sakit, mungkin karena kecapean dan kurang tidur, saya berharap nanti di kereta bisa istirahat.
Bermalam di Don Mueang
Kami menuju keluar Don Muaeng, dari pintu keluar airport kami belok kiri sampai keluar areal Airport, kami bermaksud menunggu bus kota yang ke arah Stasiun Hualamphong, dari beberapa situs dan blog yang kami baca, bus kota dari airport ke terminal Hualamphong tersedia 24 jam, tetapi saat itu kami sudah menunggu 30 menit di halte depan airport yang sepi mencekam tapi aman, tak ada satu bus umum pun yang dateng, yang ada bus bus antar kota Thailand yang berseliweran, sebenernya ada beberapa jenis taksi yang berhenti lama depan halte tersebut, ada yang warna kuning, pink, biru, datang dan pergi, mungkin awalnya berharap kami akan naik taksi mereka, akhirnya karena takut ketinggalan kereta kami naik taksi warna hijau putih, kenapa kami pilih taksi ini, karena 2 kali kami liat gadis gadis Bangkok selalu menunggu taksi ini, jd saya pikir mungkin taksi dr perusahaan itu adalah taksi yang terpercaya di Bangkok (seperti si “burung biru” dan si “cepat” di Jakarta, mungkin). Fyi taksi di Bangkok sebagian tidak menggunakan argo tapi tawar menawar, akhirnya kami naik taksi tersebut dan benar supir taksi ramah & menggunakan argo pula
Hualamphong Train Statiun
Perjalanan dari Don Muaeng ke Hualamphong lumayan jauh, dalam kondisi Bangkok yg sangat senggang sepi, sunyi, senyap (jam 3.30 pagi bro) perjalanan memakan waktu 35 menit dan berbiaya 180 THB (Thailand Bath) (info: kalau kita menggunakan taxi dari dalam bandara akan ditambah 50 TBH untuk admin bandara)

Pukul 4:15 kami tiba di Hualamphong Train Statiun, mhh, lumayan bagus, mirip statiun kota, Jakarta. Foto foto bentar, kemudian beli tiket kereta 48 THB / orang (sangat murah untuk perjalan kurang lebih 6 jam, itulah yang menjadi pilihan saya untuk naik kereta, Murah!!)

Mejeng depan peron
Sebelum berangkat saya sempat kan sholat subuh dulu di statiun yang ternyata tersedia juga Musolla Kecil agak sedikit kotor, dan sempatkan cuci muka dan sikat gigi ditoilet statiun. Suasana di stasiun belum terlalu ramai saat itu, akhirnya kami masuk kedalam statiun (sempet beli kopi dan Aqua dulu di 711 depan statiun) foto foto depan Line kereta, dan jreenggg pas kami naik kereta, saya sangat kaget sekali, Keretanya sangat jelek, tidak ber AC (kereta ekonomi di Indonesia ber AC) beberapa jendela sulit di tutup, bener bener kereta ekonomi, musnah harapan saya untuk bisa beristirahat tenang di dalam kereta, pas saya lihat kereta executive ke tujuan lain di sebelah kereta saya, ternyata kereta Executivenya pun tak sebagus di Indonesia, Dalam Hal kereta kita boleh berbangga, kereta di Indonesia masih lebih bagus dari di Bangkok.

Aranyaprathet - Poipet (Thailand - Cambodia Border)

Pukul 13:45 dengan perut yang keroncongan kami tiba di Stasiun Aranyaprathet, terlambat 1.5 jam lebih dari jadwal yang seharusnya tiba pukul 12.00, sebenernya di kereta tadi banyak pedagang kaki lima yang bolak balik berjualan macem macem, cuma kami takut apakah itu Halal atau tidak.

Kami buru buru Keluar statiun karena dari blog2 traveller, shuttle gratis dr statiun ke imigrasi Thailand hanya ada satu per kereta datang, dan tidak menunggu lama, ternyata... Jreengg, shuttle pun tak ada, kami bingung mau naik apa, akhirnya sepakat dengan tuktuk 60 TBH ke imigrasi Thailand, yang ternyata lumayan jauh dari statiun, kira kira 5-6 km., tiba di perbatasan, cuaca sangat panas ditambah suasana yang sangat padat dengan manusia, baik tourist maupun penduduk lokal plus kendaraan lalu lalang, kami masuk ke kantor Imigrasi Thailand yang terlihat lumayan bagus dan ber AC, dengan cepat kami langsung di stamp imigrasi, kemudian kami keluar imigrasi thailand dan berjalan sekitar 500 meter ke imigrasi Kamboja, saat berjalan diantara dua imigrasi ini terdapat beberapa kasino mewah yang saya sendiri bingung, siapa yang mau berjudi di tempat seperti ini,  Saya memperingatkan teman2 saya agar mulai lebih waspada, dari yang pernah saya baca, terdapat banyak scam/penipuan di wilayah perbatasan ini, dari yang berpura pura menunjukkan jalan, mengasih petunjuk, sampai scam yang bantu pengurusan Visa On Arrival (VOA), padahal Indonesia tidak perlu lagi VOA untuk masuk Kamboja, dan benar saja, begitu kami memasukki zona buffer itu, banyak sekali orang2 yang mendekati kami, berlagak baik menanyakan ini itu, tapi saya tahu itu ujung2nya scam, dengan halus tapi sok tau, saya tolak, dan saya bilang No Thank you, I’ve been here before (padahal sih belum pernah wkwkwkw.
Memasuki Imigrasi Kamboja kita di minta mengisi form dan pernyataan, form kedatangan dan pernyataan kalau kita tidak mengidap penyakit berbahaya yang salah satunya adalah Ebola (saat ini Ebola sedang mewabah kembali di Afrika). Akhirnya kita mengantri di Imigrasi Kamboja,  menurut saya seperti mengantri di loket pembelian bus malam, kantor imigrasinya sangat sederhana, tidak ada AC dan terkesan kumuh. Setelah 20 menit mengantri, akhirnya passport kami di stamp di imigrasi, yippiiieee, akhirnya officially kami berada di Kamboja, tepatnya di Poipet, setelah melewati imigrasi, kami digiring ke tempat bus shuttle yang membawa kami dari imigrasi ke terminal bus untuk menuju Siem Reap, perjalanan ditempuh kira kira 3-4 km dari imigrasi, setiba di terminal bus poipet, yang lumayan rapi dan bersih, kami disuruh memilih untuk naik van, bus, atau taksi ke Siem Reap, dimana perbedaannya saya lampirkan di bawah:


No
Jenis Kendaraan
Harga/orang
Lama Perjalanan
1
Bus
USD 9
3 Jam
2
Van
USD 10
2 Jam
3
Taksi
USD 12
1.5 - 2 Jam

(FYI Setiap Transaksi di Kamboja menggunakan USD, mata uang Kamboja Riel, biasanya hanya di gunakan untuk kembalian pembelanjaan dengan dollar, jadi misalnya kita belanja 4.5 dollar dan kita bayar USD 5, maka akan dikembalikan dengan 2.000 Riel Kamboja, Kurs USD 1 = 4.000 Riel)

Naik taksi harus tunggu 4 orang baru taksinya jalan, saran saya kalo temen temen bepergian berempat, mending naek taksi, lebih cepat dan nyaman, saya karna saya ber 3 jadi kami memutuskan naik Bus, busnya sendiri biasa saja tapi ber AC, jadwal bus berangkat Jam 3 siang, tapi molor, baru berangkat jam 3:30, perjalanan menempuh 3 jam pun di mulai, dengan pemandangan yang berganti ganti antara sawah dan tanah gersang, membosankan menurut saya, akhirnya jam 7 malam kami tiba di Siem Reap, molor 30 menit dari jadwal, begitu saya lihat saya sangat kaget, ternyata kami di turunkan di pool bus tersebut yang gelap dan sepi, sempat terbersit di pikiran saya wah jangan jangan ini scam, ternyata tidak, di depan sudah menanti para supir tuktuk yang akan mengangkut kita, setelah tawar menawar, deal dengan harga USD 5, harusnya sih masih bisa kurang, tapi saya khawatir tidak kebagian tuktuk, dan harus terdampar di pool bus di negara yang tingkat scam nya tinggi

Pukul 7:30 kami sampai di Adan World Hostel yang sudah kami booking di Jakarta via Agoda.com, hostelnya lumayan bagus, cuma awalnya saya pikir gak terlalu jauh dari night market, ternyata lumayan lah buat olahraga malam di Kamboja hehehe, setelah menurunkan barang, kami langsung dianter oleh supir tuktuk tadi, karna harga USD 5 itu termasuk mengantar kami ke Night Market, akhirnya dia menurunkan kami di KFC deket Night Market, dan kami pun deal dengan dia untuk menggunakan jasa beliau besok pagi untuk mengelilingi Angkor Wat dari sunrise sampai selesai dengan harga 15 USD. Akhirnya kami memilih makan malam dulu di KFC dengan perut yang sudah super laper (terakhir makan pas abis subuh di statiun Hualamphong, itupun cuma roti), KFC nya lumayan Mahal dan tidak seenak di jakarta, dengan Harga USD 3.5 kami dapat paket 2 ayam dan satu nasi beserta sayuran macam acar, belum termasuk minum, Kurs USD saat ini USD 1 / Rp 12.300

Puas makan dan kenyang, akhirnya kami langsung explore Night Market kamboja, membeli beberapa kaos dan souvenir, harga kaos di sini lumayan murah, biasanya mereka membuka harga USD 5, tapi setelah di tawar hapir semua toko deal di harga USD 2/kaos semua ukuran baik S, M, L, XL, untuk snow ball cambodia bisa ditawar seharga USD 1 untuk yang kecil dan USD 3 untuk yang besar, Gunting kuku kamboja USD 3 / renceng isi 6, fridge magnet USD 2 untuk 3 magnet, dan pajangan lain berkisar USD 1 - 5, termasuk murah lah, pintar pintar kita saja menawar harga.


Pukul 11.00 Malam waktu Siem Reap, kami sampai di Hotel, bersih bersih dan langsung bobo manis jam 12 malam, mengingat besok pagi kami harus bangun pukul 4:30 untuk bersiap mengejar Sunrise di Angkor Wat, dan driver kami pun sudah siap pukul 5.00 pagi di depan hotel.
 
Pengeluaran Umum Hari Ke 1
No
Itenary/Item
THB
IDR
USD
IDR
1
Taxi Airport-Statiun Hualamphong
180
67.500


2
Kereta Bangkok-Aranyaprathet
144
54.000


3
Tuk Tuk Aranyaprathet-Imigrasi Thailand
60
22.500


4
Bus Poipet-Siem Reap


27
332.100
5
Tuk tuk Pool Bus-Adan World Hostel


5
61.500
6
KFC Siem Reap


13,5
166.050
Total
384
 144.000
45,5
559.650
 Total Perorang (total/3)
128
  48.000
15,2
186.550
Semua pengeluaran tidak termasuk pengeluaran pribadi (oleh-oleh)
Kurs 1 THB = IDR 375.            Kurs 1 USD = IDR 12.300

Tidak ada komentar: