Day 2 ( Don Mueang Airport - Hualamphong Train
Station Bangkok)
Akhirnya dapat juga tempat yang "pewe' di Airport
untuk tidur, terletak di Area ruang tunggu keberangkatan lantai 3, sebelum
tidur saya dan Didit sholat maghrib dan isya yang dijamak, FYI di Don Mueang Airport terdapat Musolla yang
sangat nyaman dan lumayan luas untuk sholat di area tersebut, sayangnya dilarang
untuk tidur di Musolla tersebut hehehe, dekat musolla juga terdapat water tap,
dimana kita bisa mengisi ulang air aqua kita, untuk menghemat budget saya dan temen temen mengisi
ulang air Aqua kami, Akhirnya saya mencoba untuk tidur, tetapi entah kenapa
mata ini tak mau tertidur, padahal bangku dan tempat sudah mendukung, mungkin
karena ini untuk pertama kalinya saya tidur di Airport jadi belum terbiasa,
akhirnya saya memutuskan untuk melihat beberapa toko di airport yang masih
buka, dan tak lama kemudian kembali ke tempat saya, mhh, tidur tiduran sambil
berharap ketiduran akhirnya saya ketiduran juga meskipun cuma 2 Jam karena jam
3 pagi kami sudah bangun untuk menuju ke statiun kereta Bangkok, saat bangun
tidur saya merasa tenggorokan saya mulai sakit, mungkin karena kecapean dan
kurang tidur, saya berharap nanti di kereta bisa istirahat.
 |
| Bermalam di Don Mueang |
Kami menuju keluar Don Muaeng, dari pintu
keluar airport kami belok kiri sampai keluar areal Airport, kami bermaksud
menunggu bus kota yang ke arah Stasiun Hualamphong, dari beberapa situs dan
blog yang kami baca, bus kota dari airport ke terminal Hualamphong tersedia 24
jam, tetapi saat itu kami sudah menunggu 30 menit di halte depan airport yang
sepi mencekam tapi aman, tak ada satu bus umum pun yang dateng, yang ada bus
bus antar kota Thailand yang berseliweran, sebenernya ada beberapa jenis taksi
yang berhenti lama depan halte tersebut, ada yang warna kuning, pink, biru,
datang dan pergi, mungkin awalnya berharap kami akan naik taksi mereka,
akhirnya karena takut ketinggalan kereta kami naik taksi warna hijau putih,
kenapa kami pilih taksi ini, karena 2 kali kami liat gadis gadis Bangkok selalu
menunggu taksi ini, jd saya pikir mungkin taksi dr perusahaan itu adalah taksi
yang terpercaya di Bangkok (seperti si “burung biru” dan si “cepat” di Jakarta,
mungkin). Fyi taksi di Bangkok sebagian tidak menggunakan argo tapi
tawar menawar, akhirnya kami naik taksi tersebut dan benar supir taksi ramah & menggunakan argo pula
 |
| Hualamphong Train Statiun |
Perjalanan dari Don Muaeng ke Hualamphong
lumayan jauh, dalam kondisi Bangkok yg sangat senggang sepi, sunyi, senyap (jam
3.30 pagi bro) perjalanan memakan waktu 35 menit dan berbiaya 180 THB (Thailand
Bath) (info: kalau kita menggunakan taxi dari dalam bandara akan ditambah 50
TBH untuk admin bandara)
Pukul 4:15 kami tiba di Hualamphong Train
Statiun, mhh, lumayan bagus, mirip statiun kota, Jakarta. Foto foto bentar,
kemudian beli tiket kereta 48 THB / orang (sangat murah untuk perjalan kurang
lebih 6 jam, itulah yang menjadi pilihan saya untuk naik kereta, Murah!!)
 |
| Mejeng depan peron |
Sebelum berangkat saya sempat kan sholat subuh
dulu di statiun yang ternyata tersedia juga Musolla Kecil agak sedikit kotor,
dan sempatkan cuci muka dan sikat gigi ditoilet statiun. Suasana di stasiun
belum terlalu ramai saat itu, akhirnya kami masuk kedalam statiun (sempet beli
kopi dan Aqua dulu di 711 depan statiun) foto foto depan Line kereta, dan
jreenggg pas kami naik kereta, saya sangat kaget sekali, Keretanya sangat jelek, tidak ber AC (kereta ekonomi di Indonesia ber AC) beberapa jendela sulit
di tutup, bener bener kereta ekonomi, musnah harapan saya untuk bisa
beristirahat tenang di dalam kereta, pas saya lihat kereta executive ke tujuan
lain di sebelah kereta saya, ternyata kereta Executivenya pun tak sebagus di
Indonesia, Dalam Hal kereta kita boleh berbangga, kereta di Indonesia masih lebih
bagus dari di Bangkok.
Aranyaprathet - Poipet (Thailand - Cambodia Border)
Pukul 13:45 dengan perut yang keroncongan kami
tiba di Stasiun Aranyaprathet, terlambat 1.5 jam lebih dari jadwal yang
seharusnya tiba pukul 12.00, sebenernya di kereta tadi banyak pedagang kaki
lima yang bolak balik berjualan macem macem, cuma kami takut apakah itu Halal
atau tidak.
Kami buru buru Keluar statiun karena dari blog2
traveller, shuttle gratis dr statiun ke imigrasi Thailand hanya ada satu per
kereta datang, dan tidak menunggu lama, ternyata... Jreengg, shuttle pun tak
ada, kami bingung mau naik apa, akhirnya sepakat dengan tuktuk 60 TBH ke
imigrasi Thailand, yang ternyata lumayan jauh dari statiun, kira kira 5-6 km.,
tiba di perbatasan, cuaca sangat panas ditambah suasana yang sangat padat
dengan manusia, baik tourist maupun penduduk lokal plus kendaraan lalu lalang,
kami masuk ke kantor Imigrasi Thailand yang terlihat lumayan bagus dan ber AC,
dengan cepat kami langsung di stamp imigrasi, kemudian kami keluar imigrasi
thailand dan berjalan sekitar 500 meter ke imigrasi Kamboja, saat berjalan
diantara dua imigrasi ini terdapat beberapa kasino mewah yang saya sendiri
bingung, siapa yang mau berjudi di tempat seperti ini, Saya memperingatkan teman2 saya agar mulai
lebih waspada, dari yang pernah saya baca, terdapat banyak scam/penipuan di
wilayah perbatasan ini, dari yang berpura pura menunjukkan jalan, mengasih
petunjuk, sampai scam yang bantu pengurusan Visa On Arrival (VOA), padahal
Indonesia tidak perlu lagi VOA untuk masuk Kamboja, dan benar saja, begitu kami
memasukki zona buffer itu, banyak sekali orang2 yang mendekati kami, berlagak
baik menanyakan ini itu, tapi saya tahu itu ujung2nya scam, dengan halus tapi
sok tau, saya tolak, dan saya bilang No Thank you, I’ve been here before
(padahal sih belum pernah wkwkwkw.

Memasuki Imigrasi Kamboja kita di minta mengisi
form dan pernyataan, form kedatangan dan pernyataan kalau kita tidak mengidap
penyakit berbahaya yang salah satunya adalah Ebola (saat ini Ebola sedang mewabah
kembali di Afrika). Akhirnya kita mengantri di Imigrasi Kamboja, menurut saya seperti mengantri di loket
pembelian bus malam, kantor imigrasinya sangat sederhana, tidak ada AC dan
terkesan kumuh. Setelah 20 menit mengantri, akhirnya passport kami di stamp di
imigrasi, yippiiieee, akhirnya officially kami berada di Kamboja, tepatnya di
Poipet, setelah melewati imigrasi, kami digiring ke tempat bus shuttle yang
membawa kami dari imigrasi ke terminal bus untuk menuju Siem Reap, perjalanan
ditempuh kira kira 3-4 km dari imigrasi, setiba di terminal bus poipet, yang
lumayan rapi dan bersih, kami disuruh memilih untuk naik van, bus, atau taksi
ke Siem Reap, dimana perbedaannya saya lampirkan di bawah:
No
|
Jenis Kendaraan
|
Harga/orang
|
Lama Perjalanan
|
1
|
Bus
|
USD 9
|
3 Jam
|
2
|
Van
|
USD 10
|
2 Jam
|
3
|
Taksi
|
USD 12
|
1.5 - 2 Jam
|
(FYI Setiap Transaksi di Kamboja menggunakan
USD, mata uang Kamboja Riel, biasanya hanya di gunakan untuk kembalian
pembelanjaan dengan dollar, jadi misalnya kita belanja 4.5 dollar dan kita bayar
USD 5, maka akan dikembalikan dengan 2.000 Riel Kamboja, Kurs USD 1 = 4.000
Riel)
Naik taksi harus tunggu 4 orang baru taksinya
jalan, saran saya kalo temen temen bepergian berempat, mending naek taksi,
lebih cepat dan nyaman, saya karna saya ber 3 jadi kami memutuskan naik Bus,
busnya sendiri biasa saja tapi ber AC, jadwal bus berangkat Jam 3 siang, tapi
molor, baru berangkat jam 3:30, perjalanan menempuh 3 jam pun di mulai, dengan
pemandangan yang berganti ganti antara sawah dan tanah gersang, membosankan
menurut saya, akhirnya jam 7 malam kami tiba di Siem Reap, molor 30 menit dari
jadwal, begitu saya lihat saya sangat kaget, ternyata kami di turunkan di pool bus tersebut yang gelap dan sepi, sempat terbersit di pikiran saya wah jangan
jangan ini scam, ternyata tidak, di depan sudah menanti para supir tuktuk yang
akan mengangkut kita, setelah tawar menawar, deal dengan harga USD 5, harusnya
sih masih bisa kurang, tapi saya khawatir tidak kebagian tuktuk, dan harus
terdampar di pool bus di negara yang tingkat scam nya tinggi
Pukul 7:30 kami sampai di Adan World Hostel
yang sudah kami booking di Jakarta via Agoda.com, hostelnya lumayan bagus, cuma
awalnya saya pikir gak terlalu jauh dari night market, ternyata lumayan lah buat
olahraga malam di Kamboja hehehe, setelah menurunkan barang, kami langsung
dianter oleh supir tuktuk tadi, karna harga USD 5 itu termasuk mengantar kami
ke Night Market, akhirnya dia menurunkan kami di KFC deket Night Market, dan
kami pun deal dengan dia untuk menggunakan jasa beliau besok pagi untuk
mengelilingi Angkor Wat dari sunrise sampai selesai dengan harga 15 USD.
Akhirnya kami memilih makan malam dulu di KFC dengan perut yang sudah super
laper (terakhir makan pas abis subuh di statiun Hualamphong, itupun cuma roti),
KFC nya lumayan Mahal dan tidak seenak di jakarta, dengan Harga USD 3.5 kami
dapat paket 2 ayam dan satu nasi beserta sayuran macam acar, belum termasuk
minum, Kurs USD saat ini USD 1 / Rp 12.300
Puas makan dan kenyang, akhirnya kami langsung
explore Night Market kamboja, membeli beberapa kaos dan souvenir, harga kaos di
sini lumayan murah, biasanya mereka membuka harga USD 5, tapi setelah di tawar
hapir semua toko deal di harga USD 2/kaos semua ukuran baik S, M, L, XL, untuk
snow ball cambodia bisa ditawar seharga USD 1 untuk yang kecil dan USD 3 untuk
yang besar, Gunting kuku kamboja USD 3 / renceng isi 6, fridge magnet USD 2
untuk 3 magnet, dan pajangan lain berkisar USD 1 - 5, termasuk murah lah,
pintar pintar kita saja menawar harga.
Pukul 11.00 Malam waktu Siem Reap, kami sampai
di Hotel, bersih bersih dan langsung bobo manis jam 12 malam, mengingat besok
pagi kami harus bangun pukul 4:30 untuk bersiap mengejar Sunrise di Angkor Wat,
dan driver kami pun sudah siap pukul 5.00 pagi di depan hotel.
Pengeluaran
Umum Hari Ke 1
|
No
|
Itenary/Item
|
THB
|
IDR
|
USD
|
IDR
|
1
|
Taxi Airport-Statiun
Hualamphong
|
180
|
67.500
|
|
|
2
|
Kereta Bangkok-Aranyaprathet
|
144
|
54.000
|
|
|
3
|
Tuk Tuk Aranyaprathet-Imigrasi
Thailand
|
60
|
22.500
|
|
|
4
|
Bus Poipet-Siem Reap
|
|
|
27
|
332.100
|
5
|
Tuk tuk Pool Bus-Adan World
Hostel
|
|
|
5
|
61.500
|
6
|
KFC Siem Reap
|
|
|
13,5
|
166.050
|
Total
|
384
|
144.000
|
45,5
|
559.650
|
Total Perorang (total/3)
|
128
|
48.000
|
15,2
|
186.550
|
Semua pengeluaran tidak termasuk pengeluaran
pribadi (oleh-oleh)
Kurs 1 THB = IDR 375. Kurs 1 USD = IDR 12.300
|