Rabu, 10 Desember 2014

Amazing Indochina, Siem Reap & Bangkok, Day 4

Day 4, Back To Bangkok

Pagi hari tanggal 19 November, kami semua sudah siap di lobby hotel jam 7:15, menunggu jenputan bus yang akan membawa kami ke Bangkok, pada saat pemesanan tiket kami dijanjikan akan dijemput pukul 7:30, kami menunggu sampai 7:40 jemputan belum juga tiba, saya mulai khawatir, jangan jangan ini scam juga, akhirnya bus datang juga, pukul 7:50, kami segera naik bus yang masih kosong tersebut, ternyata bus masih harus menjemput beberapa wisatawan lagi di beberapa hotel di Siem Reap, bagi saya yah hitung2 muter2 Siem Reap gratis lah

Akhirnya kami berangkat juga dan pukul 11.00 sampai di Poipet dan diminta untuk turun serta langsung menuju pos perbatasan Kamboja, sebelum kami turun , kenek bus, menempelkan segitiga berwarna merah kami tak tau fungsinya untuk apa, tapi dia memperingatkan jangan dicabut stikernya, kami langsung mengantri di imigrasi Kamboja yang kurang terawat dan rada kumuh, antrian lumayan panjang, beres stamp keluar dari kamboja, kami langsung menuju ke imigrasi Thailand, antrian sangat panjang, setelah 45 menit mengantri, kami keluar imigrasi Thailand, WELCOME BACK TO THAILAND.

Ternyata Bus yang kami naiki dari Siem Reap hanya berhenti sampai perbatasan. Di luar imigrasi sudah menunggu kenek bus kami tadi dia mengumpulkan orang oang di bus yang bertanda stiker merah di bajunya (ternyata stiker tersebut sebagai tanda penumpang bus) kami diminta menunggu tak jauh dari pintu keluar imigrasi Thailand, kira kira 30 menit datanglah mobil Bak tertutup dan kami semua disuruh naik, dimana sebagian tas penumpang ditaruh diatap mobil persis seperti pengungsi korban perang hehehe, kami didrop di suatu rumah makan, dari situ kami diminta menunggu karena perjalanan akan dilanjutakan dengan minivan, tapi kita TIDAK dikenakan biaya lagi, sambil menunggu beberapa orang terlihat makan di restoran tersebut, temen saya juga ikut makan memesan menu non pork, saya sendiri belum terlalu lapar saat itu dan menurut saya restoran tersebut tidak menarik, dari segi halalnya saya juga sangat tidak yakin, setelah menunggu 1.5 Akhirnya kami naik minivan ke Bangkok, perjalanan kurang lebih 4 jam, ditengah jalan van akan berhenti satu kali untuk isi bensin sekaligus istirahat makan dan buang air kecil, kami sempet beli makan dibungki=us untuk malam di pom bensin tersebut, Nasi + Ayam Goreng (seperti KFC) + Sosis Ayam hanya 50 THB

Khaosan Road @Night
Jam 7 malam sampai juga kami di Khaosan Road (kami minta ke supir minivan utnuk diturunkan di Khaosan road), setelah turun, kami mencari cari hotel kami SS hotel Bangkok, dari informasi yg saya dapat saat booking hotel, lokasi hotel terletak tak jauh dari Khaosan Road, ternyata lumayan jauh juga, diperlukan 15 menit berjalan kaki ke Khaosan road,

Sesampai di Hotel kami istirahat sebentar dan jam 21.00, kami jalan lagi explore Khaosan road, sightseeing keramaian Khaosan road, coba makan padmie seharga 30THB dan makan Ice cream kelapa (30THB), akhirnya jam 24.00 kami semua sudah di hotel dan langsung istirahat malam



Pengeluaran umum hari keempat (untuk 3 orang)
No
Itenary / Item
USD
IDR
1
Bus Siem Reap - Bangkok
39
 479,700
Total
39
 479,700
Total perorang (total/3)
13
 159,900

Senin, 08 Desember 2014

Amazing Indochina, Siem Reap & Bangkok Day 3




Day 3, Angkor Wat Tour

Tiket masuk Angkor Wat komplek
Turis mengejar sunrise
Pukul 5:00 pagi, kami bertiga sudah mejeng ganteng depan hotel kami, sambil menunggu si abang tuktuk yang tak kunjung dateng hingga pukul 5:15. Saat itu ada abang tuktuk lain menghampiri kami, dia menawari jasa tuktuknya, karena khawatir akan terlewatkan sunrise di angkor wat (khawatir tapi masih sempet nawar hehehehe) akhirnya kami sepakat dengan harga USD 13 untuk full day tour, dan kami pun segera naik tuktuk tsb, eng ing eng... Akhirnya kami berangkat....senengnya hatiku wkwkkw, akhirnya kesampaian juga ke Angkor Wat. Perjalanan dari hotel ke Angkor Wat memakan waktu 30 menit, sebelum masuk kami berhenti dahulu untuk membeli tiket masuk seharga USD 20, dimana dalam tiket itu ada terpampang foto kita, pengunjung difoto pas beli tiket, dimana petugas nya sering kali maen jepret meskipun kita belum siap, saya salah satunya yang dijepret belum berpose hehehe, sebelum sunrise kami sudah sampai di Angkor Wat Gate, ternyata sudah banyak bule dan turis lainnya yang jeprat jepret dan kami pun langsung ikut serta hehehe, oya selama kita belum keluar dari komplek Angkor, tiketnya jangan di buang karena kita akan sering diminta menunjukkan tiket kepada petugas ketika kita mengunjungi kuil yang lain.


Sunrise @Angkor Wat
Angkor Wat
Ternyata Angkor Wat adalah komplek kuil, terdiri dari banyak kuil. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah kuil utama, Angkor Wat, dimana pada awalnya Angkor Wat ini merupakan kuil Hindu yang pada akhirnya berubah menjadi kuil Budh,a  kami berfoto dan mendapatkan foto sunrise, bahkan kami naik sampai ke menara tertinggi di angkor wat melihat kota siem reap, dan hutan tropis sekitarnya, berfoto dengan penari Absara, Penari yang biasa membawa tarian khas Kamboja, untuk berfoto dengan group penari ini, anda dikenakan biaya USD 1/orang, karena kami ber 3, jadi kami harus membayar USD 3, untuk beberapa kali jepret, dimana ada orang dari salah satu penari yang bertugas memfoto kita dengan kamera kita pula. Angkor Wat sendiri bentuknya seperti perpaduan antara Kuil dan Benteng, karena tepat sebelum memasuki Angkor Wat, kita harus menyebrangi sungai dengan jembatan, persis seperti ingin memasuki benteng pada umumnya.

Setelah Angkor Wat, kami lanjut ke satu tempat lagi seperti Angkor Wat, tak banyak yang kami lakukan, akhirnya di abang tuktuk membawa kami ke Kuil Bayon, kuil Bayon sangatlah unik, bentuknya tidak seperti kuil umumnya, tapi berbentuk wajah dan kepala Budha, oleh karena itu bayon juga terkenal dengan 1000 face of Budha, Bayon sangatlah mempesona, kami berfoto banyak disana

Bayon Temple
Setelah Bayon akhirnya kami pergi ke Ta Phrom, kuil ini merupakan salah satu kuil Favorit dari pengunjung, dimana sebagian besar kuil tertutup akar akar pohon yang sudah tua, seperti yang kita saksikan di film Tomb Raider. Ta Phrom ini sangatlah mempesona menurut saya, betah banget saya berada di sini, semua tempat, sudut dan angle sangatlah bagus untuk mengambil foto ditambah tempatnya sejuk, foto pun menjadi nyaman wkwkwkw

Foto kamera sendiri berkali2 dgn penari Apsara, USD1/pengunjung
Sebenarnya ada satu lagi kuil yang kami bisa kunjungi di kompleks Angkor Wat, tapi kuil tersebut masih ditutup karena sedang direnovasi, akhirnya pukul 11:15 supir tuktuk mengantarkan kami ke suatu restoran dekat pintu keluar, pas kami lihat daftar menu nya, taraaaaaa, harganya sangat mahal menurut ukuran kami, sekitar USD 4 -12, akhirnya kami hanya membeli Kelapa muda, seharga USD 1 per kelapa, segerrr sih, tapi ternyata kita hanya dapat minum air kelapanya saja, karena di sana kelapa hanya di minum airnya saja, dagingnya tidak dimakan

The Croft Family :) @Ta Phrom
Akhirnya pukul 12.15 kami pulang ke hotel, dan tiba di hotel pukul 13:00. Ada pegalaman tidak enak disini, saat saya hendak membaya supir tuktuk, saya memberikan uang USD 20, tiba tiba dia hanya mengembalikan USD 2, saat saya protes, karena harus nya dia mengembalikan USD 7 ke kami kami protes dong, gila beda USD 5, lumayan juga tuh, dia bersikeras harga dealnya USD 18, hah, Eighteen sama Thirteen beda jauh pengucapannya, karena dia bersikeras dan kami ogah ribut di negara nya doi, akhirnya kami mengalah meskipun sambil ngedumel, pelajaran yang didapat, lain kali bayar harus pakai uang pas supaya tidak kena scam lagi. Untuk siangnya kami tidak membeli makan, karena kami bosan dengan KFC dan makanan selain KFC banyak yang non Halal dan juga mahal, kami memutuskan makan Pop Mie Goreng yang kami bawa dari jakarta dengan menambahkan Abon sapi yang banyak, ternyata cukup mengenyangkan (hemat sih tepatnya hehehe). Berbekal pengalaman naek kereta pada saat berangkat, kami memutuskan membeli tiket bus langsung ke Bangkok melalui hotel kami seharga USD 13/orang sudah sampai Bangkok, ternyata naek bus dari Siem Reap ke Bangkok jauh lebih Murah daripada dari Bankok Ke Siem Reap untuk keberangkatan pukul 8 pagi dari Siem Reap, setelah makan kami tidur sampai pukul 17.00. Sorenya bangun tidur kami mandi dan siap siap ke night market lagi tuk membeli oleh oleh yang semalam belum sempet terbeli, untuk menghemat, kami jalan kaki dari Hotel ke Night market, dan akhirnya kami sempat mampir kembali ke KFC tuk makan malam, sampai di night market dan juga Pub street yang bersebelahan, belanja lah kita semua, bahkan saya sampai kehabisan USD, dan saya membayar menggunakan THB, ternyata bisa juga disini kita bayar pakai Bath Thailand, kami juga mencoba Pie, bentuknya seperti martabak, tapi isinya pisang dan telur seharga USD 1, akhirnya setelah ngeborong sampe bangkrut kami tiba di hotel pukul 12.00 langsung Packing dan pukul 01.00 dinihari langsung berada di alam mimpi masing masing. Untuk keindahan Angkor Wat biarlah foto yang berbicara.

Pengeluaran umum Hari Kedua
No
Itenary / Item
USD
IDR
1
Tuk tuk Angkor Wat tour
18
 221,400
2
Tiket Masuk Angkor Wat
60
 738,000
3
Foto dengan Penari Absara
3
 36,900
4
Kelapa Muda
3
 36,900
5
Makan Malam KFC
13.5
 166,050
Total
97.5
 1,199,250
Total perorang (total/3)
32.5
 399,750



Ta Phrom
Pub street, sebelahan night market

Bayon
Ta Phrom
       



Amazing Indochina, Siem Reap & Bangkok Day 2

Day 2  ( Don Mueang Airport - Hualamphong Train Station Bangkok)

Akhirnya dapat juga tempat yang "pewe' di Airport untuk tidur, terletak di Area ruang tunggu keberangkatan lantai 3, sebelum tidur saya dan Didit sholat maghrib dan isya yang dijamak, FYI  di Don Mueang Airport terdapat Musolla yang sangat nyaman dan lumayan luas untuk sholat di area tersebut, sayangnya dilarang untuk tidur di Musolla tersebut hehehe, dekat musolla juga terdapat water tap, dimana kita bisa mengisi ulang air aqua kita, untuk menghemat budget saya dan temen temen mengisi ulang air Aqua kami, Akhirnya saya mencoba untuk tidur, tetapi entah kenapa mata ini tak mau tertidur, padahal bangku dan tempat sudah mendukung, mungkin karena ini untuk pertama kalinya saya tidur di Airport jadi belum terbiasa, akhirnya saya memutuskan untuk melihat beberapa toko di airport yang masih buka, dan tak lama kemudian kembali ke tempat saya, mhh, tidur tiduran sambil berharap ketiduran akhirnya saya ketiduran juga meskipun cuma 2 Jam karena jam 3 pagi kami sudah bangun untuk menuju ke statiun kereta Bangkok, saat bangun tidur saya merasa tenggorokan saya mulai sakit, mungkin karena kecapean dan kurang tidur, saya berharap nanti di kereta bisa istirahat.
Bermalam di Don Mueang
Kami menuju keluar Don Muaeng, dari pintu keluar airport kami belok kiri sampai keluar areal Airport, kami bermaksud menunggu bus kota yang ke arah Stasiun Hualamphong, dari beberapa situs dan blog yang kami baca, bus kota dari airport ke terminal Hualamphong tersedia 24 jam, tetapi saat itu kami sudah menunggu 30 menit di halte depan airport yang sepi mencekam tapi aman, tak ada satu bus umum pun yang dateng, yang ada bus bus antar kota Thailand yang berseliweran, sebenernya ada beberapa jenis taksi yang berhenti lama depan halte tersebut, ada yang warna kuning, pink, biru, datang dan pergi, mungkin awalnya berharap kami akan naik taksi mereka, akhirnya karena takut ketinggalan kereta kami naik taksi warna hijau putih, kenapa kami pilih taksi ini, karena 2 kali kami liat gadis gadis Bangkok selalu menunggu taksi ini, jd saya pikir mungkin taksi dr perusahaan itu adalah taksi yang terpercaya di Bangkok (seperti si “burung biru” dan si “cepat” di Jakarta, mungkin). Fyi taksi di Bangkok sebagian tidak menggunakan argo tapi tawar menawar, akhirnya kami naik taksi tersebut dan benar supir taksi ramah & menggunakan argo pula
Hualamphong Train Statiun
Perjalanan dari Don Muaeng ke Hualamphong lumayan jauh, dalam kondisi Bangkok yg sangat senggang sepi, sunyi, senyap (jam 3.30 pagi bro) perjalanan memakan waktu 35 menit dan berbiaya 180 THB (Thailand Bath) (info: kalau kita menggunakan taxi dari dalam bandara akan ditambah 50 TBH untuk admin bandara)

Pukul 4:15 kami tiba di Hualamphong Train Statiun, mhh, lumayan bagus, mirip statiun kota, Jakarta. Foto foto bentar, kemudian beli tiket kereta 48 THB / orang (sangat murah untuk perjalan kurang lebih 6 jam, itulah yang menjadi pilihan saya untuk naik kereta, Murah!!)

Mejeng depan peron
Sebelum berangkat saya sempat kan sholat subuh dulu di statiun yang ternyata tersedia juga Musolla Kecil agak sedikit kotor, dan sempatkan cuci muka dan sikat gigi ditoilet statiun. Suasana di stasiun belum terlalu ramai saat itu, akhirnya kami masuk kedalam statiun (sempet beli kopi dan Aqua dulu di 711 depan statiun) foto foto depan Line kereta, dan jreenggg pas kami naik kereta, saya sangat kaget sekali, Keretanya sangat jelek, tidak ber AC (kereta ekonomi di Indonesia ber AC) beberapa jendela sulit di tutup, bener bener kereta ekonomi, musnah harapan saya untuk bisa beristirahat tenang di dalam kereta, pas saya lihat kereta executive ke tujuan lain di sebelah kereta saya, ternyata kereta Executivenya pun tak sebagus di Indonesia, Dalam Hal kereta kita boleh berbangga, kereta di Indonesia masih lebih bagus dari di Bangkok.

Aranyaprathet - Poipet (Thailand - Cambodia Border)

Pukul 13:45 dengan perut yang keroncongan kami tiba di Stasiun Aranyaprathet, terlambat 1.5 jam lebih dari jadwal yang seharusnya tiba pukul 12.00, sebenernya di kereta tadi banyak pedagang kaki lima yang bolak balik berjualan macem macem, cuma kami takut apakah itu Halal atau tidak.

Kami buru buru Keluar statiun karena dari blog2 traveller, shuttle gratis dr statiun ke imigrasi Thailand hanya ada satu per kereta datang, dan tidak menunggu lama, ternyata... Jreengg, shuttle pun tak ada, kami bingung mau naik apa, akhirnya sepakat dengan tuktuk 60 TBH ke imigrasi Thailand, yang ternyata lumayan jauh dari statiun, kira kira 5-6 km., tiba di perbatasan, cuaca sangat panas ditambah suasana yang sangat padat dengan manusia, baik tourist maupun penduduk lokal plus kendaraan lalu lalang, kami masuk ke kantor Imigrasi Thailand yang terlihat lumayan bagus dan ber AC, dengan cepat kami langsung di stamp imigrasi, kemudian kami keluar imigrasi thailand dan berjalan sekitar 500 meter ke imigrasi Kamboja, saat berjalan diantara dua imigrasi ini terdapat beberapa kasino mewah yang saya sendiri bingung, siapa yang mau berjudi di tempat seperti ini,  Saya memperingatkan teman2 saya agar mulai lebih waspada, dari yang pernah saya baca, terdapat banyak scam/penipuan di wilayah perbatasan ini, dari yang berpura pura menunjukkan jalan, mengasih petunjuk, sampai scam yang bantu pengurusan Visa On Arrival (VOA), padahal Indonesia tidak perlu lagi VOA untuk masuk Kamboja, dan benar saja, begitu kami memasukki zona buffer itu, banyak sekali orang2 yang mendekati kami, berlagak baik menanyakan ini itu, tapi saya tahu itu ujung2nya scam, dengan halus tapi sok tau, saya tolak, dan saya bilang No Thank you, I’ve been here before (padahal sih belum pernah wkwkwkw.
Memasuki Imigrasi Kamboja kita di minta mengisi form dan pernyataan, form kedatangan dan pernyataan kalau kita tidak mengidap penyakit berbahaya yang salah satunya adalah Ebola (saat ini Ebola sedang mewabah kembali di Afrika). Akhirnya kita mengantri di Imigrasi Kamboja,  menurut saya seperti mengantri di loket pembelian bus malam, kantor imigrasinya sangat sederhana, tidak ada AC dan terkesan kumuh. Setelah 20 menit mengantri, akhirnya passport kami di stamp di imigrasi, yippiiieee, akhirnya officially kami berada di Kamboja, tepatnya di Poipet, setelah melewati imigrasi, kami digiring ke tempat bus shuttle yang membawa kami dari imigrasi ke terminal bus untuk menuju Siem Reap, perjalanan ditempuh kira kira 3-4 km dari imigrasi, setiba di terminal bus poipet, yang lumayan rapi dan bersih, kami disuruh memilih untuk naik van, bus, atau taksi ke Siem Reap, dimana perbedaannya saya lampirkan di bawah:


No
Jenis Kendaraan
Harga/orang
Lama Perjalanan
1
Bus
USD 9
3 Jam
2
Van
USD 10
2 Jam
3
Taksi
USD 12
1.5 - 2 Jam

(FYI Setiap Transaksi di Kamboja menggunakan USD, mata uang Kamboja Riel, biasanya hanya di gunakan untuk kembalian pembelanjaan dengan dollar, jadi misalnya kita belanja 4.5 dollar dan kita bayar USD 5, maka akan dikembalikan dengan 2.000 Riel Kamboja, Kurs USD 1 = 4.000 Riel)

Naik taksi harus tunggu 4 orang baru taksinya jalan, saran saya kalo temen temen bepergian berempat, mending naek taksi, lebih cepat dan nyaman, saya karna saya ber 3 jadi kami memutuskan naik Bus, busnya sendiri biasa saja tapi ber AC, jadwal bus berangkat Jam 3 siang, tapi molor, baru berangkat jam 3:30, perjalanan menempuh 3 jam pun di mulai, dengan pemandangan yang berganti ganti antara sawah dan tanah gersang, membosankan menurut saya, akhirnya jam 7 malam kami tiba di Siem Reap, molor 30 menit dari jadwal, begitu saya lihat saya sangat kaget, ternyata kami di turunkan di pool bus tersebut yang gelap dan sepi, sempat terbersit di pikiran saya wah jangan jangan ini scam, ternyata tidak, di depan sudah menanti para supir tuktuk yang akan mengangkut kita, setelah tawar menawar, deal dengan harga USD 5, harusnya sih masih bisa kurang, tapi saya khawatir tidak kebagian tuktuk, dan harus terdampar di pool bus di negara yang tingkat scam nya tinggi

Pukul 7:30 kami sampai di Adan World Hostel yang sudah kami booking di Jakarta via Agoda.com, hostelnya lumayan bagus, cuma awalnya saya pikir gak terlalu jauh dari night market, ternyata lumayan lah buat olahraga malam di Kamboja hehehe, setelah menurunkan barang, kami langsung dianter oleh supir tuktuk tadi, karna harga USD 5 itu termasuk mengantar kami ke Night Market, akhirnya dia menurunkan kami di KFC deket Night Market, dan kami pun deal dengan dia untuk menggunakan jasa beliau besok pagi untuk mengelilingi Angkor Wat dari sunrise sampai selesai dengan harga 15 USD. Akhirnya kami memilih makan malam dulu di KFC dengan perut yang sudah super laper (terakhir makan pas abis subuh di statiun Hualamphong, itupun cuma roti), KFC nya lumayan Mahal dan tidak seenak di jakarta, dengan Harga USD 3.5 kami dapat paket 2 ayam dan satu nasi beserta sayuran macam acar, belum termasuk minum, Kurs USD saat ini USD 1 / Rp 12.300

Puas makan dan kenyang, akhirnya kami langsung explore Night Market kamboja, membeli beberapa kaos dan souvenir, harga kaos di sini lumayan murah, biasanya mereka membuka harga USD 5, tapi setelah di tawar hapir semua toko deal di harga USD 2/kaos semua ukuran baik S, M, L, XL, untuk snow ball cambodia bisa ditawar seharga USD 1 untuk yang kecil dan USD 3 untuk yang besar, Gunting kuku kamboja USD 3 / renceng isi 6, fridge magnet USD 2 untuk 3 magnet, dan pajangan lain berkisar USD 1 - 5, termasuk murah lah, pintar pintar kita saja menawar harga.


Pukul 11.00 Malam waktu Siem Reap, kami sampai di Hotel, bersih bersih dan langsung bobo manis jam 12 malam, mengingat besok pagi kami harus bangun pukul 4:30 untuk bersiap mengejar Sunrise di Angkor Wat, dan driver kami pun sudah siap pukul 5.00 pagi di depan hotel.
 
Pengeluaran Umum Hari Ke 1
No
Itenary/Item
THB
IDR
USD
IDR
1
Taxi Airport-Statiun Hualamphong
180
67.500


2
Kereta Bangkok-Aranyaprathet
144
54.000


3
Tuk Tuk Aranyaprathet-Imigrasi Thailand
60
22.500


4
Bus Poipet-Siem Reap


27
332.100
5
Tuk tuk Pool Bus-Adan World Hostel


5
61.500
6
KFC Siem Reap


13,5
166.050
Total
384
 144.000
45,5
559.650
 Total Perorang (total/3)
128
  48.000
15,2
186.550
Semua pengeluaran tidak termasuk pengeluaran pribadi (oleh-oleh)
Kurs 1 THB = IDR 375.            Kurs 1 USD = IDR 12.300